Kapolres Loteng Bersama Dandim 1620 Mediasi Warga Desa Ketara dengan Warga Desa Rembitan.

by -73 views

Tasturapost.id-Lombok Tengah, (NTB) – Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK bersama Dandim 1620 Lombok Tengah lakukan mediasi antara warga Desa Ketara dengan Warga Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Proses mediasi yang berlangsung di Kantor Camat Pujut tersebut dihadiri oleh Camat Pujut, Kepala Desa Rembitan, Kepala Desa Ketara, masing-masing perwakilan pihak keluarga beserta tokoh masyarakat dari kedua Desa.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Loteng meminta kepada masing-masing pihak untuk sama-sama menahan diri, sambil menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

“Sekarang kita masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan bukti-bukti petunjuk guna melakukan pengungkapan kasus ini, jadi untuk kedua belah pihak kami minta untuk sama-sama menahan diri,” kata Esty usai mediasi berlangsung di Pujut, Senin (21/6).

AKBP Esty menyampaikan, kejadian siang ini berawal dari dua rangkaian peristiwa yang berbeda, yakni telah terjadi keributan di SPBU Tanak Awu namun telah dicoba dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.

Kemudian, peristiwa yang kedua yakni kejadian penganiayaan yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan baik dari Polres Lombok Tengah maupun Polda NTB dalam hal membantu percepatan pengungkapan kasus ini.

“untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan, jadi sekali lagi kami minta masing-masing pihak untuk bersabar dan jangan mengambil tindakan sendiri sehingga dapat menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujar Kapolres.

Lanjut Kapolres, pihaknya yakni Polres Lombok tengah tetap melakukan upaya semaksimal mungkin dalam penanganan kasus tersebut sehingga tidak menimbulkan gejolak ditengah masyarakat.

Sementara itu Camat Pujut Lalu Sungkul mengatakan, bahwa peristiwa siang tadi adalah sebuah kesalah pahaman, dasarnya warga Desa Ketara sebenarnya ingin mendesak kepolisian yakni Polsek Pujut dalam hal pengungkapan kasus penganiayaan yang terjadi di perbatasan wilayah Desa Rembitan dan Desa Sengkol beberapa hari lalu.

Sedangkan warga Desa Rembitan sendiri merasa bahwa warga Desa Ketara akan melakukan penyerangan ke Desa Rembitan. Menyikapi peristiwa tersebut dirinya langsung turun membantu pihak kepolisian untuk mencairkan suasana.

“Ini dua isu yang bergulir siang tadi dan Allhamdulilah kondisi saat ini sangat kondusif,” kata Sungkul.

Warga Desa Ketara maupun warga Desa Rembitan sepakat untuk sama-sama menjaga kondusifitas serta akan membantu pihak keamanan untuk memberikan pemahaman dan mencegah upaya provokasi melalui isu maupun Hoax oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.