Proyek Infrastruktur Dasar Di The Mandalika Senilai Rp 390 Miliar PHO

by -3 views

LOTENG–Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), melakukan serah terima pekerjaan/Provisional Hand Over (PHO) dari kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk – PT Bunga Raya Lestari KSO (WIKA-BRL KSO) atas proyek infrastruktur dasar di The Mandalika.

Proyek infrastruktur dasar yang terdiri dari infrastruktur dasar sirkuit dan non sirkuit ini didanai pembangunannya oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Seremoni PHO berlangsung di area Paddock Jalan Kawasan Khusus (JKK) atau Mandalika International Street Circuit, The Mandalika, dihadiri oleh Direktur Pelaksana 2 LPEI Maqin U. Norhadi, Kuasa KSO General Manager Departemen Operasi 7 PT WIKA-BRL Rahmad Erwan Pramudya, Direktur PT Bunga Raya Lestari I Ketut Sama, Direktur PT Yodya Karya (Persero) Delta Hatmantari, Direktur Utama PT Parama Karya Mandiri Prasetyo Budi Hartanto, Dewan Komisaris ITDC Irzani, dan Direktur Teknik dan SDM ITDC Taufik Hidayat.

Penandatanganan dokumen PHO sendiri dilakukan oleh Direktur Teknik dan SDM ITDC Taufik Hidayat mewakili ITDC dan Kuasa KSO General Manager Departemen Operasi 7 PT WIKA-BRL Rahmad Erwan Pramudya mewakili WIKA – BRL KSO.

Proyek infrastruktur dasar yang diserahterimakan terdiri dari pekerjaan ground work (timbunan) badan jalan Sirkuit sepanjang 4,3 km, ground improvement (penguatan liquifaksi) sirkuit, fasilitas pendukung area Paddock untuk infrastruktur dasar sirkuit, serta jalan akses (akses Kuta Beach Park, Sirkuit, dan Gerupuk dengan total panjang 6,7 km) berikut jaringan utilitas air serta listrik, untuk infrastruktur dasar non sirkuit.

Proyek infrastruktur dasar meliputi sirkuit dan non sirkuit ini merupakan bagian dari dukungan pendanaan dari LPEI melalui skema National Interest Account (NIA), dengan total plafond fasilitas maksimum sebesar Rp 1,2 Triliun untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Fasilitas NIA merupakan fasilitas pendanaan yang dialokasikan pemerintah melalui pembiayan khusus untuk meningkatkan ekspor barang maupun jasa yang disalurkan melalui LPEI. Adapun proyek infrastruktur dasar sirkuit dan non sirkuit yang diserahterimakan hari ini memiliki nilai Rp 395 Miliar.

Fasilitas NIA oleh LPEI diberikan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek Developmental Impact diantaranya adalah peningkatan devisa dan penyerapan tenaga kerja. Dimasa mendatang, kawasan Mandalika diprediksi akan menjadi penyumbang devisa terbesar yaitu mencapai USD 24 Miliar.

Sementara itu, KEK Mandalika juga diproyeksikan pada tahun-tahun mendatang, akan dapat berkontribusi atas penciptaan lapangan pekerjaan baru dengan 15 ribu tenaga kerja dari perhotelan dan 38 ribu tenaga kerja dari pendukung sektor pariwisata.

Direktur Teknik dan SDM ITDC Taufik Hidayat mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh LPEI dalam penyediaan infrastruktur dasar di KEK Mandalika.

Melalui pendanaan yang diberikan LPEI kami dapat membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan kawasan ini, baik infrastruktur dasar untuk main track JKK dan lokasi paddock yang tidak lama lagi akan menggelar event balap WSBK, maupun jalan akses dan penunjangnya yang akan memaksimalkan konektivitas dan memudahkan pergerakan masyarakat dan wisatawan di dalam kawasa.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada WIKA-BRL KSO yang menunjukkan komitmen dan kualitas yang tinggi dalam pembangunan infrastruktur dasar di dalam Kawasan The Mandalika. Dengan dukungan kualitas kerja WIKA-BRL KSO yang mumpuni, semua kendala dan hambatan yang kami temui di lapangan dapat diselesaikan dengan baik sehingga hari ini kita semua bisa melakukan serah terima pekerjaan atas pembangunan infrastruktur dasar ini,” imbuh Taufik.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di KEK Mandalika masih terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan, ia memperkirakan untuk menuntaskan segala pembangunanya. Masih membutuhkan anggaran sekitar besar. Baik itu dalam kawasan dan luar kawasan.

Sementara, Direktur Pelaksana II LPEI, Maqin U. Norhadi menyampaikan, pihaknya melihat bahwa KEK Mandalika merupakan proyek yang akan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional khususnya terkait potensi peningkatan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

Fasilitas pembiayaan NIA tentu menjadi relevan diberikan untuk mengakselerasi proyek KEK Mandalika. Provision Hand-over (PHO) hari ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk merealisasikan potensi Economic Development yang telah kami perhitungkan sebelumnya.”

“Dua tahun yang lalu, ITDC berinisiatif untuk mengajukan permohonan dukungan pendanaan kepada LPEI melalui program NIA dalam rangka membangun infrastruktur dasar sirkuit dan non sirkuit yang dapat mendorong percepatan pembangunan The Mandalika. Dan hari ini, Alhamdulillah proyek sudah rampung. Saya optimistis, percepatan pengembangan Kawasan The Mandalika melalui pembangunan infrastruktur dasar yang didukung LPEI ini akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Mandalika dan menambah devisa negara. Apalagi sebentar lagi akan digelar event balap motor WSBK dan MotoGP di The Mandalika yang pastinya akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” tutup Taufik.

Ia menjelaskan, pinjaman yang diberikan untuk pembangunan ini sebesar Rp 1,2 Triliun. Dimana, pengembalianya akan dilakukan selama 30 tahun dengan bunga murah sekitar 5 persen dalam satu tahunya.

“Karena ini uang yang di pinjamkan. Tentu akan ada pengembalianya. Hanya saja dalam pengembalian dengan bunga murah,” ujarnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.