Petani Tembakau Terancam Gigit Jari

LOTENG -Hujan yang turun pekan ini membawa dampak positif bagi petani padi di Lombok Tengah (Loteng). Namun, tidak bagi para Petani tembakau.

Pasalnya, akibat hujan yang terus menerus turun membuat para petani terancam gigit jari. Sebab, tanaman tembakau mereka akan rusak akibat diguyur hujan.

Read More

Kepala Desa Ganti Kecamatan Praya Timur, H Acih mengatakan, dampak hujan yang terjadi beberapa hari memang mengakibatkan para petani tembakau terancam merugi, karena banyak tembakau yang rusak. Namun, untuk petani tembakau di Desa Ganti khusus tidak begitu parah, karena tanahnya cukup kering.

“Kalau di Desa Ganti tidak terlalu, namun di Desa yang lahannya cukup basah tentu berdampak,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (24/6).

Lebih lanjut, beberapa tanaman tembakau para petani yang terancam rusak akibat hujan itu tersebar di Kecamatan Janapria, Kopang dan Praya Timur sebagian serta di Praya Barat.

“Kopang dan Janapria mungkin yang paling terdampak,” ujarnya.

Menurutnya, kerugian yang kemungkinan dialami petani tembakau sekitar 25 juta dalam satu hektare, apabila mereka gagal panen. Namun, kalau tidak ada hujan, kemungkinan mereka tidak akan rugi.

“Kerugian Rp 25 juta dalam satu hektare kalau gagal paneh. Biaya Tanam tembaku itu cukup banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Sekda Loteng, HM Nazili menyatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait jumlah petani tembakau yang terancam gagal tersebut hingga sekarang.

“Kita memang sangat prihatin. Namun hujan ini merupakan kehendak alam. Jadi pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa -apa,” kata Sekda saat di temui diruangan kerjanya, kemarin.

Selain itu, petani tembakau ini juga seharusnya jangan selalu hanya di kembalikan pemerintah saja. Sebab hujan ini merupakan kehendak alam. Dan lebih penting lagi masyarakat lainya juga sangat membutuhkan hujan.

“Makanya kita serba salah dalam persoalan ini,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak bisa memperidiksi perubahan iklim ini. Sebab kalau dulu, pada bulan ini sudah tidak ada hujan yang turun. Tapi sekarang iklimnya sudah berubah.

“Perubahan iklim ini karena kita semua. Sekarang hutan sudah gundul dan sumber sumber mata air juga sudah mulai berkurang,” ucapnya. (F)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.