Kasus Stunting di Loteng Masih Tinggi

LOTENG– Jumlah Kasus Stunting di Lombok Tengah (Loteng) hingga sekarang masih terbilang cukup tinggi.

Dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Loteng, jumlah
kasus Stunting di Loteng masih mencapai 28

Read More

Kepala DPAP2KB Loteng, H Muliardi Yunus menyatakan penanganan stunting ini membutuhkan perhatian semua pihak.

“Penanganan stunting harus ditangani  antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,’’ katanya dengan tegas, kemarin.

Untuk mengatasi Stunting tersebut, pihaknya selama sudah melakukan beragam cara. Seperti dengan mendorong asupan gizi pada ibu melahirkan, penekanan pernikahan dini dan menjadi 10 desa lokus penanganan Stunting tersebut.

“Kebanyakan penyebab Stunting ini terjadi lantaran pernikahan dini. Alasanya, karena wanita yang menikah itu selain karena di bawah umur namun karena memang belum siap untuk melahirkan,” ujarnya dengan tegas.

Ia mengaku, tugas penanganan Stunting ini terbilang cukup berat. Terlebih, pemerintah telah menargetkan pada dinas yang dipimpinnya agar Stunting di Loteng ini bisa turun drastis. “Kami di target Stunting pada tahun 2024 bisa turun menjadi 14 persen. Ini tentu merupakan tugas yang lumayan berat,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya berharap penanganan Stunting ini tidak hanya bagi dinas terkait saja. Semua desa juga ikut serta untuk membantu dalam mengatasi persoalan Stunting diwilayahnya masing-masing.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.