Banjir Rendam Beberapa Dusun Dan Lahan Pertanian Di Kecamatan Pemenang

Lombok Utara –  intensitas curah hujan yang tinggi dari malam hari hingga pagi di wilayah Kecamatan Pemenang mengakibatkan perkampungan warga dan lahan pertanian di beberapa titik terendam Banjir kibat debit air sungai meluap.

Banjir yang merendam lahan pertanian Padi di Dusun Bentek, Dusun Kerujuk, Dusun Telaga Wareng, Dusun Sumur Mual, Dusun Karang Montong Lauk, Dusun Muara Putat dan Dusun Cupek serta merendam tanaman Cabai di Dusun Karang Montong Lauk dengan total jumlah korban terdampak sementara sebanyak + 217 kk/ 704 jiwa warga.

Read More

Selain luapan air kali, juga pohon tumbang terjadi dibeberapa titik seperti didepan Sekolah Negeri (SDN) 4 Pemenang dan Dusun Dasan Lontar, begitu juga akses jalur Pusuk desa Menggala saat ini terjadi longsor dan pohon tumbang sehingga menutupi akses jalan pusuk pas.

Kapolsek Pemenang Iptu Lalu Eka Arya menerangkan telah memonitoring titik banjir dan dilakukan Rapat koordinasi dadakan pasca bencana alam Lalina di Ruang aula Camat Pemenang bersama Wabup KLU Dani Karter Febrianto Ridawan, ST. M. Eng, dan tim penanganan bencana dari Pemda KLU, TNI/Polri, aparat Desa setempat dan perwakilan relawan Bara Siaga yang diperkirakan berjumlah 15 orang, kemudian melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi-lokasi yang terdampak.

Dari hasil rapat koordinai bersama bahwa, prediksi badai Laina yang diperkirakan akan terjadi selama 4 bulan, bisa  mengakibatkan banjir, pohon tumbang, longsor, sungai meluap, diperlukan jalur-jalur evakuasi terhadap warga dan pembuatan posko pengungsian untuk mempermudah pendistribusian bahan pokok dari dinas Soisal bagi warga yang terdampak, khususnya diwilayah Pemenang, ucap Iptu Eka.

Iptu Eka menambahkan, saat ini dari Polsek Pemenang, Pemerintah Daerah dan pihak BPBD melakukan upaya evakuasi termasuk penanganan pohon tumbang yang menutupi jalan, banjir luapan dibeberapa dusun yang terdampak sudah mulai surut. begitu juga dengan luapan Banjir di Dusun Telok Kombal hingga siang tadi telah mulai surut, tidak menutup kemungkinan akan meluap lagi apabila terjadi air Pasang ( Rob), sejauh ini belum ada korban jiwa dan untuk sementara kerugian materi belum bisa dirincikan sembari menunggu hasil rapat koordinasi selesai, terangnya.

Ia mengimbau kepada semua masyarakat untuk selalu waspada karena curah hujan ekstrem dan potensi bencana yang tinggi dan mengajak agar seluruh warga KLU bahu membahu membantu warga yang terdampak, “Mari kita saling menolong sesama, karena setiap kita adalah relawan,” tutupnya.

humas

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.